Jumat, 09 November 2012

Ternyata Mamut Doyan ”Melancong” ke Prancis

Kota Paris tidak hanya menjadi destinasi wisata para seniman dan pelancong. Ibu Kota Prancis ini ternyata juga digemari gajah purba alias mamut. Informasi ini diperoleh setelah tim arkeolog Prancis menemukan fosil kerangka mamut raksasa di sepanjang sungai Changis-sur-Marne dekat Paris.
foto
Tim arkeolog dari Institut Nasional untuk Penelitian Arkeologi Pencegahan (INRAP) menyatakan bahwa sisa-sisa kerangka mamut itu terdiri atas tulang paha, tulang panggul, tengkorak, rahang dan empat tulang belakang yang terhubung. Umurnya diperkirakan 200-500 ribu tahun.
“Ini penemuan yang luar biasa. Hanya tiga spesimen yang telah ditemukan di Prancis dalam 150 tahun,” kata Gregory Bayle, ketua tim arkeolog, Kamis 8 November 2012. Fosil mamut yang diberi nama “Helmut” itu diperkirakan berumur 20-an tahun saat dijemput ajal.
Yang menarik dari penemuan Helmut adalah mamut ini diduga kuat pernah menjalin kontak dengan manusia purba Neanderthal yang menghuni daerah yang sama. Para peneliti INRAP mengetahui hal ini setelah menemukan dua bekas goresan perkakas tajam pada tengkorak si mamut.
“Manusia Neanderthal menggunakan perkakas batu untuk memotong tubuh mamut yang mungkin sudah mati atau membunuhnya saat terjebak di sebuah kubangan,” ujar Bayle, merekonstruksi kematian si gajah purba berambut tebal.
Bayle mengklaim temuan di Prancis ini sebagai tonggak bersejarah yang melengkapi pengetahuan tentang distribusi mamut di dunia. Sebab, mamut dengan nama ilmiah Mammuthus primigenius ini biasa tinggal di kawasan bersalju di Eurasia dan Amerika Utara. Mamut ini diperkirakan lenyap dari muka Bumi sekitar 10 ribu tahun lalu akibat pemanasan global.
“Banyak arkeolog telah menghabiskan hidup mereka dan bermimpi untuk memiliki kesempatan menemukan mamut langka ini,” kata Bayle.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/11/09/061440661

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA