Sabtu, 08 September 2012

Prabowo Waspadai Pidato Bermuatan Kampanye

Jakarta Suasana jelang Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kian memanas. Dua pasangan calon yang akan bertarung pada 20 September 2012 mendatang sudah mulai tampak memantapkan program-program kerjanya.

Meski begitu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tampak ingin lebih berhati-hati menyerukan dukungan kepada pasangan calon yang dibesut partainya bersama PDIP, Jokowi-Ahok.

Saat membuka acara halal bihalal dengan Pondok Pesantren KH Abdurrachman Wahid bersama dengan Persatuan Tionghoa Indonesia Raya (Petir) di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Prabowo menolak 'berkampanye' saat diminta para undangan yang hadir.

"Coba yang mata-mata Panwaslu angkat tangan, nanti kita ditegur Panwaslu, tidak boleh kampanye. Saya kan bukan tim sukses, saya kan di sini dengan keluarga besar Gerindra, kita bersama bukan termasuk tim sukses kampanye, nanti dipanggil sama Panwaslu," ujar Prabowo, Sabtu (8/9/2012).

Dalam pidatonya, Prabowo pun sempat berkelakar mengenai kampanye terselubung yang kini semakin marak dilakukan.

"Enak saja, mereka kampanye terselubung, kita nggak boleh," katanya.

Prabowo mengatakan, untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan pengorbanan yang besar. Ia juga mengajak Petir yang merupakan sayap politik Partai Gerindra dan juga pendukung pasangan calon Jokowi-Ahok, untuk merapatkan barisan jelang Pemilukada DKI putaran kedua.

"Selamat berjuang untuk Petir, keluarga besar Ponpes KH Abdurrachman Wahid Soko Tunggal, mari kita rapatkan barisan, mari membela dan membangun perdamaian, mari kita membalas intimidasi dengan gembira," katanya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA