Sabtu, 08 September 2012

Menelusuri Sejarah Penggunaan Kondom

Kondom kembali menuai kontroversi, setelah Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi melakukan kampanye pemakaian kondom di kalangan beresiko. Kalangan bersiko itu maksudnya adalah para pekerja seks dan pelanggan mereka. Ini adalah salah satu langkah menekan penyebaran HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya yang belakangan kian merebak dan negara susah payah membendungnya.
Kampanye ini kemudian menimbulkan polemik. Dicemaskan sejumlah kalangan, sebab seperti melegalkan seks bebas.
Menkes kemudian memberikan klarifikasi. Dia membantah keras akan membagikan kondom secara gratis kepada murid-murid SMA. Meski begitu, Nafsiah Mboi mengatakan tetap akan melakukan kampanye penggunaan kondom, terutama untuk pelaku hubungan seks beresiko.
Kondom saat ini memang dikenal sebagai alat yang digunakan untuk mencegah penyakit yang menular melalui aktivitas seksual. Fungsi ini bisa dibilang berkembang dari fungsi awal kondom, yaitu sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan.
Lalu seperti apa sejarah penggunaan kondom?
Konon, kondom sudah digunakan oleh masyarakat peradaban kuno. Dalam buku “The Humble Little Condom: A History”, Aine Collier menyebutkan bahwa ahli arkeologi dan sejarawan masih berdebat soal sejarah kondom ini. Apakah sudah ada pada peradaban kuno atau belum.
Banyak ahli yang membantah bahwa kondom sudah ada semenjak peradaban kuno, sebab dalam peradaban Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan Romawi Kuni, pencegahan kehamilan secara umum dianggap sebagai tanggung jawab perempuan. Karena itu alat kontrasepsi yang diketahui digunakan pada masa itu merupakan alat kontrasepsi perempuan.
Collier kemudian menyebut penggunaan kondom diketahui tercatat di Asia sebelum abad ke-15. Saat itu biasa digunakan oleh kelas bangsawan. Di Cina, kondom dibuat dari kertas sutra yang diolesi minyak, atau ada juga yang dibuat dari usus kambing. Sedangkan di Jepang tercatat kondom kuno itu terbuat dari tempurung kura-kura atau tanduk hewan.
Penggunaan kondom untuk pencegahan penyakit diketahui dikembangkan oleh ahli kedokteran Italia di abad 16, Gabriele Fallopio. Kala itu Fallopio membuat kondom yang dideskripsikan sebagai kain kulit yang dibasahi cairan kimia dan kering sebelum penggunaan. Kondom ala Fallopio itu dibuat untuk membungkus (maaf) kemaluan, dan diikat dengan karet, untuk mencegah penyakit sipilis.
Setelah itu, penggunaan kondom ini pun berkembang. Bahkan sejumlah buku menyebut Casanova, playboy terkenal dari abad 18, menggunakan ini untuk mencegah menghamili pasangannya.
Etimologi nama kondom sendiri disebut berasal dari Inggris pada awal abad 18. Saat itu dikatakan ada “Dr Condom” atau “Earl of Condom”, yang membuat alat kontrasepsi dari kulit hewan untuk Raja Charles II. Meski begitu, belum ditemukan data literatur atau data arkeologi yang mendukung kisah ini.
Selain kisah Dr Condom tersebut, nama kondom disebut penulis William E. Kruck berasal dari kata Latin, yaitu “condon” (pembungkus), “condamina” (rumah), dan “cumdum” (sarung pedang).
Sedangkan penggunaan kondom yang terbuat dari karet mulai berkembang saat Charles Goodyear menciptakan vulkanisasi karet di tahun 1884. Bersama inventor Thomas Hancock, Goodyear kemudian memproduksi kondom secara massal.
Kondom kemudian memiliki bentuk seperti yang dikenal saat ini berkat pengembangan yang dilakukan penemu Polandia, Julius Fromm tahun 1912. Dengan mencelupkan bahan terbuat dari kaca ke larutan karet mentah, Fromm menciptakan kondom menjadi lebih tipis dan tanpa jahitan. Model kondom seperti buatan Fromm kemudian berkembang dengan pembuatan kondom dari bahan lateks.
Adapun mengenai kampanye penggunaan kondom mulai dikenal sejak awal abad 20. Ketika itu prajurit Amerika Serikat di Perang Dunia I tercatat memiliki penyakit menular seksual tinggi, yaitu lebih dari 70 persen. Ini menyebabkan pemerintah AS mulai melakukan kampanye penggunaan kondom.
Kampanye penggunaan kondom sempat menurun di era ‘flower generation‘ tahun ’60an, yang melakukan praktek seks bebas tanpa pengaman. Kondom kembali marak dikampanyekan pada ’80an, saat teridentifikasi penyakit menular seksual yang mematikan, AIDS.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA