Sabtu, 28 September 2013

Jokowi Ngeluh Ruwetnya Jaringan Kabel: Hari Ini PLN Gali, Besok PAM, Besok Lain

Jakarta - Gubernur DKI Joko Widodo mengakui jika jaringan kabel bawah tanah di Jakarta bermasalah. Untuk menyelesaikan masalah tersebut Jokowi akan mengumpulkan instansi terkait dan membahas pembuatan ducting ini.

"Seharusnya kita buat ducting yang dipakai untuk menampung semua kabel-kabel dalam satu saluran tersendiri. Tidak seperti hari ini PLN gali, besok digali PAM, besoknya kabel lain lagi," kata Joko Widodo saat meninjau kondisi trotoar di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2013).

Jokowi mengakui saat ini penataan kabel yang ada di bawah tanah Jakarta sudah tak karuan. Ia menilai pembuatan ducting ini menjadi satu-satunya jalan untuk mengatur jaringan serat optik di bawah tanah.

"Jadi tidak tiap hari bongkar pasang. Nggak campur-campur semua ya. Kalau sekarang, sudah semrawut," lanjutnya.

Untuk itu, ia berencana akan memanggil sejumlah instansi terkait sehubungan dengan rencana ini.

"Koordinasinya ya harus diajak ngomong bareng kebutuhannya masing-masing, jadi bisa ditentukan," lanjut Jokowi.

Sebagai percontohan, pemerintah kota Jakarta sedang membangun proyek ducting yang menghubungkan antarblok kawasan niaga Blok M. Proyek ini bernilai Rp 16,9 miliar.

Secara fisik, ducting ini berbentuk kubus dengan lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter. Dalam kotak inilah akan dipasang berbagai jaringan kabel milik PLN, PDAM, telepon dan serat optik.

Pembuatan ducting ini memang tak mudah. salah satu masalah terbesarnya yakni besarnya biaya yang harus dikeuarkan untuk membuat sebuat ducting. Dari berbagai sumber diketahui untuk membuat sebuah ducting dibutuhkan anggaran hingga ratusan juta rupiah.

http://news.detik.com/read/2013/09/28/162038/2372219/10/jokowi-ngeluh-ruwetnya-jaringan-kabel-hari-ini-pln-gali-besok-pam-besok-lain?991101mainnews

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA