Senin, 22 Oktober 2012

Situs Berita Brasil Larang Google News Pakai Konten Mereka

Sebanyak 90 persen surat kabar yang terbit di Brasil mulai meninggalkan Google News. Sikap ini dilakukan setelah Asosiasi Surat Kabar di Brasil membuat rekomendasi kepada anggotanya agar melarang Google untuk menggunakan konten milik mereka dari agregator di mesin pencari tersebut.
GoogleMengutip laman BBC, Google News yang menolak membayar konten menjadi alasan utama bagi para media Brasil untuk meninggalkan Google News. Selain itu, Google News juga dianggap malah menjauhkan trafik yang masuk ke situs mereka.
Padahal sebelumnya, Google mengatakan layanan itu telah meningkatkan trafik ke situs berita. Tapi pernyataan Google dibantah mentah-mentah oleh para pelaku media di Brasil.
“Dengan tetap di Google News tidak membantu kami untuk tumbuh mendapatkan pengunjung digital kami, sangat bertentangan (dengan pernyataan Google),” kata Presiden Asosiasi Surat Kabar, Carlos Fernando Lindenberg Neto.
“Dengan menyediakan baris-baris pertama dari berita kami ke pengguna internet, layanan ini mengurangi kesempatan bahwa mereka akan membaca keseluruhan berita di situs kami,” ujar Neto, dalam sebuah wawancara dengan Knight Center for Journalism di Amerika.
Asosiasi itu lebih dikenal dalam akronim ANJ. Google pun memulai eksperimen kerja sama dengan ANJ pada Desember 2010. Dengan kerjasama ini Google bisa mengambil baris pertama berita untuk memancing rasa penasaran pembaca, lalu situs berita meraih trafik pembaca yang membaca berita secara penuh di situs berita.
Tapi menurut ANJ eksperimen itu gagal. Sebab pembaca banyak yang merasa puas membaca baris-baris pertama berita. Apalagi, dari 154 judul yang diambil Google News, sebagian besar diambil dari media ternama di Brasil, seperti O Globo dan O Estado de Sao Paulo.
Google Bersikeras
Dalam sebuah pertemuan dengan Asosiasi Pers Amerika di Sao Paulo, Google bersikeras tidak akan mengubah kebijakannya dengan membayar kepada situs berita.
“Google News menyalurkan jutaan klik ke berbagai situs berita di seluruh dunia,” kata Direktur Kebijakan Publik Google, Marcel Leonardi.
Leonardi kemudian membuat analogi bahwa permintaan ANJ itu sama seperti pengusaha restoran menagih uang kepada supir taksi. Padahal supir taksi itu telah mengantar turis untuk menikmati kuliner di sejumlah restoran pilihan.
Meski akan meninggalkan Google News, ANJ mengatakan banyak portal berita yang akan terdaftar di agregator. Pengguna internet yang menggunakan Google, dan bukan Google News, juga akan bisa menemukan konten dari situs berita Brasil di mesin pencari Google.
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/361066-situs-berita-brasil-larang-google-news-pakai-konten-mereka

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA