Selasa, 11 September 2012

Siswi 17 Tahun Ciptakan Ponsel Pengetes Jantung

Setiap orang bermimpi melakukan hal besar untuk dunia. Misalnya, membuat warga di negara miskin dan berkembang hidup lebih baik. Tapi, berapa dari kita yang berbuat sesuatu untuk mewujudkannya?
Chaterine Wong dengan pengetes jantung ciptaannyaChaterine Wong berbeda. Ia tak hanya punya ide besar untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi kaum miskin, juga membuat prototipe untuk mengujinya. Dan hebatnya, ia masih berusia 17 tahun, duduk di bangku SMA di New Jersey.
Wong menciptakan perangkat penguji jantung yang bekerja dalam sistem bluetooth. Singkatnya, gadis muda itu membuat ponsel yang bisa menguji jantung seseorang, elektrokardiogram (SKG) yang mentransmisikan data medis real time melalui ponsel.
Alat itu membuat Wong menjadi finalis dalam kontes tahunan Google, juga memnangkan kontes video “Joe’s Big Idea” yang diselenggarakan National Public Radio.
“Ini adalah jenis teknologi yang membuat seluruh penduduk bumi mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik,” kata Eric Topol, seorang ahli jantung di Scripps Research Institute di La Jolla, Kalifornia, yang meninjau video Wong untuk NPR.
Sejatinya, elektrokardiogram/EKG, yang mengukur irama jantung, adalah tes medis dasar dan banyak digunakan. Namun, pasien harus pergi ke rumah sakit. Sementara, perangkat ciptaan Wong bisa digunakan oleh jutaan orang di dunia yang tak punya akses layanan kesehatan, tapi memiliki telepon selular.
Perangkat Wong menggunakan komponen elektronik yang berfungsi mengambil sinyal listrik pada jantung, lalu mentransmisikan data itu ke para profesional kesehatan yang akan menganalisanya melalui ponsel.
“Ini adalah sebuah lompatan yang memotong hambatan peralatan medis yang mahal yang tak mencukupi untuk semua orang,” kata Elizabeth Nabel, mantan Direktur National Institutes of Health.
Di laman Google Science Fair, Wong menjelaskan, perangkatnya terdiri dari dua komponen terpisah, yakni sebuah bluetooth pemancar nirkabel dengan mikroprosesor yang diprogram untuk membaca output EKG untuk ditampilkan pada ponsel.
Wong mengaku menerima bantuan dari guru fisikanya dalam hal teknik elektro dan aspek pemrograman Java. Setelah bergelut dalam proses yang makan waktu berbulan-bulan, berbagai pengujian dan kegagalan, dia akhirnya berhasil menciptakan prototipe perangkat impiannya.
Namun, keberhasilan itu tak kemudian membuatnya terbuai. “Aku akan terus bekerja keras dalam proyek ini. Untuk membuatnya lebih kecil,lebih murah, lebih tahan lama,” kata Wong.
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/350352-siswi-17-tahun-ciptakan-ponsel-pengetes-jantung

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA