Kamis, 30 Agustus 2012

Perempuan Ini Orgasme 100 Kali Sehari

Sejumlah perempuan berpura-pura mendapatkannya dan yang lain merasa sakit untuk merasakannya, tapi tidak untuk Kim Ramsey. Orgasme seperti kutukan dalam hidupnya. Dia harus bertahan hingga 100 kali orgasme setiap hari.
foto
Ramsey, 44 tahun, punya kondisi medis yang membuatnya merasa terangsang secara konstan. Bahkan, hanya karena sedikit gerakan panggul saja–apakah di kereta, di mobil, atau karena pekerjaan rumah tangga–dapat memicunya mendapat klimaks. Demikian besarnya kekuatan klimaks itu sampai-sampai membuatnya merasa lelah, kesakitan, dan tidak bisa memiliki hubungan yang normal.
Apa sebabnya? Ramsey yang masih lajang dan seorang perawat yang asalnya dari Hitchin, Hertfordshire, ini mengidap gangguan rangsangan genital yang terus-menerus (Persistent Genital Arousal Disorder/PGAD).
Dokter percaya sindrom tak tersembuhkan ini disebabkan oleh kecelakaan yang dialami Ramsey pada 2001. Ketika itu dia terjatuh di beberapa anak tangga. Inilah yang mungkin telah mengakibatkan kista Tarlov pada tulang belakangnya, titik orgasme seorang wanita berasal.
“Wanita lain bingung bagaimana merasakan orgasme, sebaliknya aku bingung bagaimana menghentikan orgasmeku,” kata Ramsey pada The Sun seperti dikutip Daily Mail, Senin, 27 Agustus 2012.
Ramsey, yang kini menetap di Montclair, New Jersey, mengumumkan pertama kali persoalan yang dihadapinya pada 2008 setelah melakukan hubungan seks dengan pacar barunya. Dia berkata, “Saya orgasme secara konstan selama empat hari. Aku pikir aku telah gila.”
“Aku mencoba apapun untuk menghentikannya. Jongkok, bernafas dalam-dalam. Aku bahkan duduk di kacang polong beku, tapi orgasme dan rangsangan seksual itu berlanjut hingga 36 jam. Aku merasakan sekitar 200 orgasme selama periode itu. Rasa sakit dan kelelahan telah menyiksaku,” dia mengenangnya.
Ramsey mengatakan dia kini merasa sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Dia juga merasa khawatir bahwa dia tidak akan mampu mengendalikan rangsangan seksual. Dia bilang dia tidak lagi merasa memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri. “Bayangkan merasa terangsang tanpa alasan lain selain Anda bangun hari itu. Aku bahkan merasakannya di depan umum saat aku sedang melakukan perjalanan pulang di kereta api dan itu sedikit bergelombang naik,” kata dia.
“Setiap hentakan kereta atau getaran membuat saya lebih terangsang dan itu adalah perjalanan 40 menit sehingga tidak ada yang bisa kulakukan. Aku hanya menggigit bibir dan duduk di tangan sambil berharap tidak ada yang memperhatikan,” kata Ramsey. Meskipun dia pergi ke sejumlah dokter spesialis untuk mengobati kondisinya, dokter tetap tidak dapat membantunya.
Ramsey hanya menerima diagnosis resmi di Pennsylvania pada bulan Juni lalu dan akan melakukan perjalanan ke London bulan September untuk bertemu ahli PGAD. Dia berkata, “Pada saat ini saya masih bisa bekerja. Tapi tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat membatasi kemampuan saya untuk bekerja. Aku tidak menginginkan hal itu. Ini sudah menghancurkan kesempatan saya memiliki sebuah hubungan.”
Meskipun sensasi orgasme selama PGAD berlangsung mungkin tampak seperti gairah, sebenarnya hal itu tidak didasarkan pada hasrat seksual, pikiran, atau perilaku dan itu tidak terkait libido. Akan tetapi, tekanan pada alat kelamin dapat mengakibatkan peningkatan intensitas dan juga membawa dorongan untuk buang air kecil.
Karena rasa malu, rasa bersalah, dan rasa takut akan penolakan, tidak jelas berapa banyak orang memiliki PGAD. Kondisi ini sangat langka dan sejauh ini penelitian tentang PGAD juga masih terlalu sedikit dilakukan.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/08/28/205426075/Perempuan-Ini-Orgasme-100-Kali-Sehari

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA