Jumat, 17 Agustus 2012

Lebaran, Kominfo Minta Hindari Broadcast Message

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi akan terjadi lonjakan yang sangat signifikan dalam penggunaan telekomunikasi jelang dan saat lebaran. Selain meminta operator siaga, konsumen pun dihimbau efisien menggunakan SMS, data atau voice.

Dijelaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewabroto, pada saat lebaran--H-1 hingga H+1--total diperkirakan akan ada 4 miliar SMS yang akan saling terkirim di seluruh penyelenggara telekomunikasi di Indonesia.

"Layanan pesan tersebut belum termasuk layanan yang dikirimkan melalui MMS, BBM dan WhatsApp Messenger yang cenderung meningkat hingga 95 juta layanan atau mengalami kenaikan sebesar 270% dari biasanya," ujar Gatot, melalui keterangannya, Sabtu (18/8/2012).

Sedangkan untuk layanan suara, diperkirakan secara total akan berlangsung pembicaraan hingga 2.499.300.000 menit dalam 3 hari tersebut pada saat yang bersamaan dari puluhan juta pengguna layanan telekomunikasi.

Adapun untuk komunikasi data (misalnya untuk akan mengalami kenaikan hingga sekitar 238 terabytes atau meningkat sekitar rata-rata 25 % hingga 33% jika dibandingkan kondisi normal.

"Mengingat kemungkinan penggunaan media sosial oleh masyarakat baik selama di perjalanan, maka kepada seluruh penyelenggara telekomunikasi sudah diingatkan juga untuk menyediakan kapasitas banwidth yang berlebih guna mengantisipasi lonjakan," tandasnya.

Kominfo juga mengingatkan, kepada seluruh penyelenggara telekomunikasi juga diingatkan untuk mensiagakan call center atau contact center secara aktif (bukan answering machine yang pasif) yang secara aktif, persuasif, komunikatif dan informatif dapat memberikan informasi sebaik mungkin seandainya menerima keluhan, pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat.

Kominfo juga menghimbau agar pelanggan dapat dengan efisien dalam mengantisipasi dari sisi waktu dan kuantitas data yang dikirimkan. Artinya, mengingat saat peak season akan berlangsung pada waktu sehari jelang Lebaran hingga H+1 dan diperkirakan trafik telekomunikasi cukup tinggi.

Selain itu, meskipun setiap pengguna berhak berapapun mem-broadcast pesan, namun lebih disarankan tidak seketika langsung dikirim semuanya, karena potensi akan terjadi hang (perangkat tiba-tiba tidak berfungsi) cukup tinggi, dan akibatnya justru harus dikirim ulang.

"Ini artinya kesalahan tidak pada kualitas layanan penyelenggara telekomunikasi. Lebih disarankan untuk dikirim secara bertahap," tandas Gatot.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA