Sabtu, 06 Oktober 2012

Yang Berubah dari Apple

TEMPO.CO, California - Sejak Steve Jobs meninggal dunia pada 5 Oktober tahun lalu, pucuk kepemimpinan Apple Inc diisi Tim Cook. Sebagai bos besar di perusahaan berlogo buah apel 'kroak' ini, Cook memilih gayanya sendiri dalam memimpin.
Mengutip laporan CNN, 5 Oktober 2012, ada berbagai perubahan selama satu tahun Cook mengomandoi Apple Inc. Terlepas dari hebatnya desain produknya, kini para investor menganggap Apple Inc lebih terbuka.
Akhir-akhir ini, Cook sering mengadakan pertemuan dengan mitra kerja, konsumen, investor, dan politikus di Amerika Serikat.
Mei lalu, Cook bertemu dengan para pemimpin Kongres di Washington untuk membuka jalur komunikasi. Perusahaan apa pun memang sah-sah saja melakukan lobi-lobi dengan berbagai pemangku kebijakan, tapi ini bukanlah gaya Apple yang selama ini ditunjukkan Steve Jobs.
Untuk urusan lobi-lobi, Google sudah jauh lebih dulu melakukannya. Namun ini menjadi pertanda bahwa Apple sudah memberi perhatian pada masalah kebijakan di masa depan.
Apple juga berusaha merayu 'investor' dengan mengajak mereka datang ke kantor pusat Apple di Cupertino, California. Di sana, para investor dijamu dengan kue-kue kecil dan presentasi dari Kepala Keuangan Apple.
Satu lagi tindakan besar dari Apple selama kepemimpinan Tim Cook adalah, akhirnya dividen dibayarkan secara tunai kepada investor. Ini pertama kali setelah berjalan selama 17 tahun.
Untuk 'kekacauan' yang terjadi di pabrik Foxconn, tempat Apple merakit produknya, Cook juga memberikan respons yang cepat. Ia datang ke Cina dan melihat langsung bagaimana pabrik itu mengerjakan pesanannya. Di situ, ia berjanji akan menambah gaji para pekerja dan mengatur jam kerja mereka.
Tim Cook juga dianggap berjiwa besar dengan meminta maaf saat aplikasi peta pada iOS 6 tidak berjalan dengan baik.
Bandingkan dengan jawaban Steve Jobs ketika iPhone 4 dikritik soal antena yang tidak bekerja dengan baik. "Tidak ada masalah dengan antena di iPhone 4. Kami akan memberikan casing gratis," ujar Jobs.
Baru-baru ini, Bloomberg Businessweek juga memuat wawancara dengan para eksekutif Apple, karyawan, dan mitra kerjanya. Menurut mereka, saat ini suasana kerja di Apple lebih 'membahagiakan', lebih transparan, dan berbeda sekali seperti saat dipimpin Jobs.
"Waktu Jobs memimpin, Anda harus siap-siap menerima perintah saat tengah malam dan para insinyur terpaksa membatalkan liburan mereka demi pengembangan produk," ujar salah seorang karyawan Apple.
Tapi, kalau tanpa tangan dingin Jobs, apakah Apple Inc akan sebesar ini?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA