Senin, 15 Oktober 2012

Foxconn Akui Terjadi Kerusuhan di Pabrik iPhone

guardian.co.uk
Pekerja di pabrik Foxconn, pemanufaktur iPad di China.
KOMPAS.com — Foxconn, pemasok utama produk-produk Apple seperti iPhone dan iPad, mengaku bahwa kerusuhan antar-pekerja kembali terjadi di pabrik mereka yang berlokasi di China.

Kerusuhan yang terjadi pada Senin (1/10/2012) minggu lalu ini diawali perselisihan antara pekerja divisi produksi dan penjamin kualitas (quality control).

Menurut laporan Wall Street Journal, Foxconn telah mengambil tindakan untuk mengatasi perselisihan ini. Namun, kerusuhan, diklaim Foxconn, tidak sampai mengganggu proses produksi iPhone 5.

"Tidak ada perintah penghentian produksi pada fasilitas (tempat terjadinya kerusuhan) atau fasilitas Foxconn lainnya, dan produksi terus berjalan sesuai jadwal," sebut perusahaan yang berbasis di Taiwan, dalam sebuah pernyataan.

Kerusuhan ini terjadi sekitar satu minggu setelah kerusuhan pertama yang melibatkan sekitar 2.000 pekerja. Atas kerusuhan yang terjadi pada Minggu (23/9/2012) malam hingga Senin (24/9/2012) itu, Foxconn sempat menutup pabrik di Taiyuan selama 24 jam. Sebanyak 40 orang dikabarkan terluka akibat insiden itu.

Namun, saat mengonfirmasi dua insiden tersebut, Foxconn membantah laporan yang menyebutkan, pada Jumat (5/10/2012) telah terjadi pemogokan 3.000 hingga 4.000 pekerja di pabrik Zhengzhou, China. Laporan tersebut menyebutkan, produksi iPhone 5 bakal terhenti atau paling tidak tertunda akibat pemogokan tersebut.

Perusahaan asal Taiwan itu sempat jadi perbincangan banyak pihak, terutama publik Amerika Serikat, karena dianggap memperlakukan karyawan dengan tidak baik. Perusahaan itu pun berusaha memperbaiki kondisi kerja di pabriknya.

Di Indonesia, Foxconn juga jadi buah bibir karena dikabarkan akan melakukan investasi untuk membuat fasilitas manufaktur di Tanah Air. Hingga kini belum ada realisasi dari kabar tersebut.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA