Selasa, 02 Oktober 2012

Bulog Belum Tahu Beras Thailand Berarsenik

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, mengatakan belum mengetahui kabar tentang beras dari Thailand yang tercemar arsenik. Namun, Sutarto memastikan jika hal itu terbukti dan memang membahayakan masyarakat, pihaknya akan lebih berhati-hati dan mempertimbangkannya jika harus mengimpor beras.
"Harus dicek dulu, sampai batas berapa. Tetapi tentu ini menjadi peringatan bagi kami," kata Sutarto ketika dihubungi Tempo, Senin, 1 Oktober 2012.
Sutarto mengatakan selama ini standar beras yang diimpor mengikuti ketentuan Standar Nasional Indonesia. Dalam ketetapan SNI, produk serealia mengandung maksimal 0,5 miligram arsen per kilogram.
Berdasarkan data consumerreports.org,  pada sampel beras organik asal Thailand yang mereka uji, terkandung 2,7 sampai 3,9 mikrogram arsen anorganik per 45 gram beras. Sutarto mengatakan saat ini impor beras dari Thailand sudah tidak terlalu besar. "Tidak sampai 500 ribu ton, lebih banyak dari Vietnam," kata Sutarto.
Ia mengatakan untuk ke depan impor beras tetap akan memperhatikan kualitas barang, harga beras, dan urusan administrasi. Namun, Sutarto mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan soal impor beras untuk tahun 2012. "Mudah-mudahan 2012 tidak impor. Seandainya perlu, untuk mengisi kekurangan pada Januari sampai Maret 2013," kata Sutarto.
Pada periode Agustus 2011 hingga Februari 2012, impor beras Indonesia mencapai sekitar 1,8 juta ton. Indonesia mengimpor sekitar 450 ribu ton dari Thailand yang terdiri dari kontrak kerja sama antarpemerintah 300 ribu ton dan kontrak komersial 150 ribu ton.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA