Rabu, 17 Oktober 2012

Bahaya Merokok di Dalam Mobil

Merokok di mobil tetap menciptakan polusi di luar batas ”aman” meski dalam keadaan jendela terbuka atau pendingin udara hidup. Demikian menurut hasil penelitian terbaru.
Setiap anak yang duduk di kursi belakang mobil ketika seseorang merokok di depannya tetap akan terpapar meski jendela dibuka.
Laporan jurnal Tobacco Control dalam sebuah pengukuran terhadap 85 perjalanan mobil di Skotlandia menemukan fakta bahwa polusi yang ditimbulkan memecahkan batas yang ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Asosiasi Medis Inggris mengatakan, semua perokok di dalam mobil semestinya dilarang.
Menurut dr Sean Semple dari Universitas Aberdeen, anak-anak dianggap sebagai yang paling rentan karena memiliki tarikan napas lebih cepat, sistem kekebalan tubuh lebih sedikit, dan sebagian besar tidak dapat melarikan diri dari atau menghindar sebagai perokok pasif.
Dengan menggunakan alat yang dipasang di kursi belakang mobil, para peneliti mencatat dan menganalisis kualitas udara dalam sejumlah perjalanan dengan kisaran durasi 10 menit hingga satu jam.
Dalam 49 dari 85 perjalanan, pengemudi merokok lebih dari empat batang rokok.
Selama 49 perjalanan merokok ini, angka yang dicapai adalah 85 µg/m3, lebih tiga kali dari batas aman sebesar 25 µg/m3 sesuai rekomendasi batas udara dalam ruangan yang ditetapkan WHO.
Meski pengemudi hanya merokok sekali dan membuka jendelanya, angka polusi tetap melewati batas aman.
Para peneliti dalam laporannya menyatakan, ”Bukti dari penelitian ini adalah, perokok pasif di mobil yang penuh dengan asap rokok menjadi pihak yang sangat rentan mengalami gangguan kesehatan.”
“Kami meyakini bahwa harus ada aturan yang jelas terhadap larangan merokok di dalam mobil yang terdapat anak-anak.”
Tentangan
Akan tetapi, Simon Clark, direktur kelompok lobi perokok Forest, mengatakan, ”Kami tidak mendorong orang dewasa untuk merokok di dalam mobil jika terdapat anak-anak. Di luar dari kepantasan atau tidak, kami menolak larangan merokok di dalam mobil.”
“Berdasarkan penelitian, 84 persen orang dewasa tidak merokok di dalam mobil jika ada anak-anak. Jadi, peraturan untuk melarangnya akan menjadi tidak sebanding.”
“Terkait dengan hak sipil, kami memasuki kawasan yang sulit. Bagi sebagian orang, mobil adalah wilayah pribadi mereka. Jika Anda melarang mereka merokok di mobil bersama anak-anak, maka langkah logis lainnya adalah melarang orangtua merokok di dalam rumah.”
Orangtua harus dibiarkan menggunakan akal sehat; dan kebanyakan waktu, mereka melakukan itu. Tidak perlu ada aturan tambahan.”
Namun, Prof John Britton, pemerhati masalah tembakau dari Royal College of Physicians Tobacco Advisory Group, mengatakan bahwa larangan diperlukan untuk melindungi anak-anak.
Dia mengatakan, anak-anak yang menjadi perokok pasif setiap tahun diperkirakan mengalami lebih dari 20.000 kasus infeksi pernapasan, 200 kasus meningitis bakteri, dengan 40 bayi meninggal mendadak.
November tahun lalu, Asosiasi Medis Inggris mengatakan bahwa larangan merokok di dalam mobil—meski tidak ada penumpang—akan menjadi cara terbaik untuk melindungi anak-anak, termasuk orang dewasa lain yang tidak merokok.
Sumber: http://health.kompas.com/read/2012/10/17/08462682/Bahaya.Merokok.di.Dalam.Mobil

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

harap komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA